Ini Kontribusi Dukcapil Wujudkan Negara Kebahagiaan

By Super Admin 14 Mar 2019, 08:07:57 WIB Kependudukan
Ini Kontribusi Dukcapil Wujudkan Negara Kebahagiaan

2019-03-13 01:33:1

Jakarta - Paradigma tata kelola pemerintahan sudah banyak berubah. Kalau dulu pemerintahan itu hanya menunggu masyarakat datang, sekarang jemput bola mendatangi masyarakat.

Demikian disampaikan Dirjen Dukcapil Kemendagri Prof. Zudan Arif Fakrulloh pada Pencanangan Jemput Bola Perekaman KTP Elektronik Goes to Campus di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (Uhamka), Jakarta, Rabu (13/3/2019).

"Birokrasi dilahirkan untuk menyelesaikan masalah. Tidak perlu masalahnya diantar ke kantor pemerintah baru diselesaikan," kata Prof. Zudan di hadapan sekitar 300 mahasiswa warga kampus Uhamka.

  1. sebabnya, Ditjen Dukcapil menggelar program goes to campus untuk melayani perekaman KTP elektronik bagi para mahasiswa wajib KTP yang belum mendapatkannya.

Prof. Zudan mengingatkan para mahasiswa tidak perlu berpatokan pada idiom barat "Time is Money". Sebab, tujuan hidup setiap muslim adalah bahagia dunia sekaligus juga mencapai kebahagiaan pada kehidupan kekal di akhirat.

Ultimate goals orang hidup, kata Zudan, adalah "Fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah waqina 'adzabannar". Yang dicari bukan semata money atau uang. Karena konsep terbaru bernegara adalah welfare state, happiness state.

"Maka yang dikejar adalah kesejahteraan dan kebahagiaan. Sebab, puncak tertinggi dari tujuan pemerintahan adalah yang mampu membahagiakan masyarakatnya," tutur Prof. Zudan berpesan.

Inilah, kata yang kerap diucapkan Prof. Zudan, sebagai bagian dari semangat Dukcapil untuk menebar kebahagiaan lantaran masyarakat makin mudah memperoleh dokumen kependudukan.

Begitu juga dengan dunia pendidikan, menurut Zudan pendidikan bukan semata-mata mencerdaskan tetapi pendidikan yang menyenangkan, dan akhirnya mampu menuju puncak negara yang membahagiakan. Dukcapil***

Sumber : http://dukcapil.kemendagri.go.id/2018128-ini-kontribusi-dukcapil-wujudkan-negara-kebahagiaan




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment