Bimtek Administrator Database Angkatan 1
Plan, Do, Check dan Action, Dukcapil Go Digital

By Super Admin 25 Jul 2019, 11:05:30 WIB Kependudukan
Bimtek Administrator Database Angkatan 1

Dirjen. Dukcapil Mengajak Peserta Bimtek Angkatan I untuk menerapkan "Plan, Do, Check dan Action, Dukcapil Go Digital"

Jakarta - Setelah Panitia pelaksana melaporkan penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kapasitas Pengelola SIAK bagi Administrator Database (ADB) Provinsi dan Kab./Kota.  Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Kemendagri, Prof. Dr. Zudan Arif Fakhruloh, SH, MH menyampaikan sambutan/arahan kepada seluruh peserta Bimtek Angkatan I.

Setelah mengawali salam pembukaan. Prof. Zudan menyampaikan, "Adik-adik ADB pada Disdukcapil Provinsi dan Kab./Kota. Saya ingin memastikan salah satu program dari 14 langkah besar Dukcapil; DUKCAPIL GO DIGITAL.Oleh karena itu, dalam berbagai kesempatan, saya selalu mengajak kita semua untuk menerapkan prinsip manajemen sederhana, "Plan, Do, Check dan Action". 

Selanjutnya Prof. Zudan menyampaikan, "Kita sudah menerapkan Dukcapil go digital, Tanda Tangan Elektronik (TTE), Akta Lahir Online dan Monitoring Evaluasi Online. Perencanaan dan Action-nya sudah. Sekarang, kita mulai check: ada masalah apa, yang mana masih ada kesulitan, yang mana sudah bisa membimbing teman-temannya, yang mana belum mengerjakan. Yang sudah mengerjakan alhamdulillah, yang belum mengerjakan karena tidak mampu, kita benahi agar kapasitasnya meningkat. Setelah itu, kita evaluasi".

Prof. Zudan mengapresiasi peranserta ADB, bahwa melalui aplikasi Monitoring Evaluasi Online terlihat lebih dari separuh daerah (Disdukcapil) Kab./Kota se Indonesia sudah menerapkan TTE.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada adik-adik semua ADB, karena hasil monitoring kami menunjukkan lebih dari separuh, 270-an dari 514 Disdukcapil Kab./Kota sudah melaksanakan TTE. Bagi Disdukcapil Kab./Kota yang belum, 1 Agustus 2019 seluruhnya harus sudah ujicoba melaksanakan TTE. Adik-adik ADB tolong dibantu pak Kadis-nya untuk meyakinkan bahwa melaksanakan TTE itu mudah".

Prof. Zudan menunjuk data transaksional layanan harian melalui aplikasi Monitoring Evaluasi Online dan berkata, "Ini tampak termonitor. Peran ADB sangat besar. Rekan-rekan memberikan satu perubahan yang nyata di dalam konfigurasi dan tata kelola Dukcapil. Saya mendapat informasi dari rekan-rekan Kantor Menpan-RB, bahwa tingkat kualitas layanan administrasi kependudukan semakin lama semakin meningkat. Terima kasih, tepuk tangan untuk anda semua". Kemudian seluruh peserta Bimtek ADB menyambutnya dengan bertepuk tangan. 

Kemudian Prof. Zudan mengingatkan tentang impassing Jabatan Fungsional, "Teman-teman semua, diingatkan untuk mengajukan impassing Jabatan Fungsional. Saya sudah mendapatkan banyak nama-nama ADB untuk dimajukan impassing. Bagi yang belum, segera namanya diajukan untuk dinaikan dalam Jabatan Fungsional. Apakah dari Jabatan Fungsional bisa ke struktural. Bisa, dan tidak usah khawatir, oleh karena sistem kepegawaian bisa dari fungsional ke struktural atau sebaliknya dari struktural bisa ke fungsional".

Prof. Zudan berharap, "Ke depan semakin banyak ADB yang menjadi Kepala Dinas, seperti Kepala Dinas Kabupatem Maluku Tenggara. Kalau ADB menjadi Kepala Bidang sudah banyak. Dengan semakin banyaknya ADB menjadi pejabat struktural, mudah-mudahan dengan pemahaman Plan, Do, Check, bisa kita menyelesaikan problem-problem teknis di dalam administrasi kependudukan". 

"Level regulasinya, selesai. Level kebijakannya selesai, tetapi di level teknisnya belum selesai. Contoh, untuk pindah penduduk, Perpresnya (Peraturan Presiden No. 96 Tahun 2018) sudah tidak membolehkan lagi pengantar RT, RW, kelurahan sampai kecamatan. Database kita semakin lama semakin baik. RT/RW punya database kependudukan atau tidak punya. Jawabnya tidak punya. Bisa tidak, salah saat menuliskan spelling namanya, jawabnya bisa. 
Database Dukcapil sudah mulai baik dan yang berwenang memindahkan data penduduk adalah Disdukcapil. Proses pemindahan data penduduk menggunakan database, sehingga tidak ada kesalahan spelling nama saat memindahkan data, karena menerapkan sistem database berbasis teknologi informasi dan komunikasi", kata Prof. Zudan.
 
Bapak Zudan, profesor di bidang Hukum Administrasi Negara dan Sosiologi Hukum  merinci alasannya, "Semangat kita meringankan tugas RT dan RW, sehingga tidak perlu pengantar-pengantar yang tidak signifikan kegunaannya dalam sistem administrasi kependudukan. Oleh karena penduduknya sudah terdata dalam database kependudukan. Pengantar RT/RW diperlukan ketika bayi lahir di rumah untuk membuat akta kelahiran. Penduduk meninggal di rumah, perlu pengantar RT/RW untuk membuat akta kematian. Orang yang belum masuk dalam database kependudukan perlu pengantar RT/RW. Hal ini perlu terus menerus disosialisasikan".

Diakhir sambutan/arahan, Prof. Zudan mengajak seluruh peserta ADB membalas salam Dukcapil. "Dukcapil.....", "BISA, BISA, BISA". "Terima kasih, tepuk tangan untuk anda semua".




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment